Translate

"Monster" Akan Melahirkan "Monster" Lainnya - Gangguan Kepribadian Antisosial (Bagian 2)

Mungkin ada yang bertanya-tanya gambar siapa disamping? Dia adalah Ted Bundy, seorang pembunuh berantai, yang dengan ketampanan dan kharismanya membuat wanita-wanita mencintai dia, lalu kemudian dia memperkosa dan membunuhnya. Dia terlahir dari hubungan tanpa pernikahan, yang keluarganya mencurigai bahwa ayahnya sebenarnya adalah kakeknya sendiri.Sejak kecil dia selalu berusaha menghindari stigma sosial karena dia tidak memiliki ayah. Dia dibesarkan dan seorang yang sangat mencontoh kakeknya, seorang yang rasis, kasar, dan "tiran" dirumahnya.

Kita mengawali artikel ini dengan sebuah biografi singkat, karena setelah kita membahas gambaran umum tentang seperti apa itu gangguan kepribadian antisosial, sekarang kita akan membahas apa yang menyebabkannya.

Interaksi dari faktor psikologis, biologis, dan sosiokultural bisa menyebabkan seseorang mengembangkan gangguan kepribadian antisosial. Anak yang memiliki orang tua dengan gangguan ini cenderung akan mengembangkan gangguan yang sama, genetik kembali berperan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi gangguan. Tapi bagaimanapun, genetik hanya menjadi faktor “bibit”, anak tidak akan mengembangkan gangguan yang bersangkutan jika mereka berada dalam lingkungan dan pola asuh yang sehat. 

Anak dengan kecenderungan seperti itu, atau bahkan anak yang tidak memiliki kecenderungan mengalami gangguan kepribadian antisosial jika dibesarkan dalam lingkungan yang tidak sehat, seperti orang tua yang cenderung menyiksa, atau lingkungan yang dipenuhi kriminal, mereka cenderung akan mengembangkan gangguan ini.

Anak-anak yang memiliki harga diri rendah dan kepercayaan diri rendah pun mungkin untuk mengembangkan gangguan kepribadian anti sosial. Kenapa? Karena mereka akan berusaha untuk membuktikan kemampuan mereka dengan cara yang salah, seperti dengan melakukan agresi dan melakukan perusakan terhadap orang dan binatang. Mereka akan menunjukan bahwa diri mereka hebat dengan hal-hal yang cenderung menyimpang.

Jika kita mengacu pada tokoh-tokoh yang telah disebutkan dalam artikel sebelumnya, sebagai misal Trevor dari GTA V adalah seorang anak yang tumbuh dengan berganti-ganti ayah sebanyak delapan kali, dan ayah-ayahnya tersebut adalah orang yang sering melakukan kekerasan fisik padanya, dan dia tumbuh dengan ibu yang melakukan kekerasan psikologis padanya dengan menghinanya sebagai anak yang tidak berguna.

Dia pernah melakukan kejahatan pada waktu anak-anak dengan cara membakar mini market, dan beberapa kali membunuh orang yang tersesat di hutan dekat tempat dia tinggal. Setelah dewasa pun kelakuannya tidak begitu berubah, dia adalah seorang yang kasar, seorang pembunuh, mudah marah, tidak berpikir panjang, dan sebagainya. Dia merampok bank, menjadi seorang penjual narkotika kelas kakap, dan berbagai jenis kriminal lainnya. 

Seperti inilah gambaran kehidupan dari seorang dengan gangguan kepribadian antisosial, mungkin ada hiperbola pada karakter yang bersangkutan karena dia adalah seorang tokoh fiktif. Tapi, pada kenyataannya kondisi orang dengan gangguan kepribadian gangguan antisosial tidak begitu berbeda dengan gambaran diatas. 

Sebagai contoh Jeffrey Dahmer si Kanibal yang memperkosa dan membunuh 15 anak laki-laki, dengan cara memancingnya ikut ke rumahnya dengan cara baik-baik, atau Charles Manson seorang pembunuh dan menipu wanita-wanita muda untuk ikut bersama dia membunuh orang lain, atau Ted Bundy yang melakukan pembunuhan berantai terhadap wanita yang terpikat oleh charisma dan ketampanannya.

Dari gambaran diatas, apa yang sebenarnya bisa kita lakukan untuk mencegah anak-anak dengan kecenderungan untuk mengembangkan gangguan kepribadian antisosial? Yang pertama kita harus menghindari “labeling” terhadap anak itu, yaitu kita sejak awal sudah memberi dia label atau menganggap anak penjahat, nakal, dan hal-hal sejenis hanya karena dari beberapa karakteristik yang muncul saja.

Hindari melakukan hal seperti ini terhadap anak karena dengan adanya labeling perilaku kita pada anak tersebut akan berbeda dan mungkin malah menyebabkan anak tersebut mengembangkan gangguan kepribadian antisosial. Dengan adanya labeling anak jadi merasa bahwa dia benar-benar seperti itu, dan mau ngga mau dia akan berperilaku seperti itu juga.

Yang kedua, adalah dengan melakukan pencegahan dengan cara pendidikan pola asuh terhadap orang tua anak yang bersangkutan, jika ada indikasi kekerasan dalam keluarga anak yang bersangkutan maka sebisa mungkin orang tua diberi tahu tentang cara mengasuh yang baik dan penuh kasih sayang, diberi tahu mengenai cara menghukum yang tidak menggunakan kekerasan fisik maupun psikis seperti menghina dan sebagainya. 

Hal ini bertujuan agar anak akan lebih mengerti mengenai hal yang dilakukannya adalah suatu kesalahan. Pendidikan dini mengenai mana perilaku yang benar dan mana perilaku yang salah juga penting bagi pencegahan berkembangnya gangguan kepribadian antisosial. Para ahli mengatakan bahwa orang dengan gangguan ini pun bahkan akan mengubah perilakunya jika mereka mengetahui bahwa perilaku yang dilakukanya pada saat itu adalah suatu kesalahan.

Mungkin beberapa artikel dibawah ini bisa membantu untuk memahami tentang pola asuh :



Sumber :

American Psychiatric Association (2000) Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fourth Edition, Text Revision, Washington, DC : American Psychiatric Association.

Halgin, R. P., Susan Krauss Whitbourne (2010) Abnormal Psychology: Clinical Perspectives on Psychological Disorders, New York : McGraw-Hill.

Meyer, R. G. (2006) Case Studies in Abnormal Behavior, Seventh Edition, Amerika Serikat : Pearson Education, Inc..

Michaud, S.G., Hugh Aynesworth (2000) Ted Bundy: Conversations with a Killer, Texas : Authorlink Press.

National Institute of Health & Clinical Excellence (2010) Antisocial Personality Disorder: Treatment, Management and Prevention, Britania Raya : The British Psychological Society & The Royal College of Psychiatrists.

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan jejak dengan berkomentar

"Mohon untuk tidak memberikan komentar yang berbau SARA,pornografi atau pesan negatif lainnya, karena akan kami hapus dari postingan ini"