Translate

3 Cara yang Mudah untuk Mengatasi "Budaya" Jam Karet

Telat ketika janjian dengan orang lain seakan-akan sudah menjadi budaya
bagi orang Indonesia
Kita mungkin beberapa kali atau bahkan sering menghadapi situasi dimana kita sudah berjanjian dengan seseorang jam 10, tapi orang tersebut baru datang setengah jam kemudian, atau menghadiri acara yang berdasarkan jadwal dimulai jam 9 tapi acara tersebut baru dibuka jam 11. Keterlambatan dan elastisitas waktu tersebut sering disebut dengan istilah jam karet, dimana waktu yang telah ditentukan bukanlah merupakan sesuatu yang pasti, dimana waktu tersebut bisa diundur dalam jangka waktu yang tidak dapat ditentukan.

Hal yang menarik disini adalah bahwa jam karet dianggap sebagai budaya orang Indonesia, bahkan ketika penulis mencari bahan artikel ini di mesin pencari dengan kata kunci jam karet, yang muncul pada halaman pertama mesin pencari tersebut adalah bahwa jam karet sudah menjadi budaya Indonesia, bagaimana cara agar tidak frustasi menghadapi budaya jam karet orang Indonesia, beginilah parahnya budaya jam karet Indonesia, dan artikel-artikel lainnya. Istilah jam karet sepertinya sudah melekat kuat pada orang Indonesia sehingga istilah itu disebut dengan “budaya” orang Indonesia.

Pada kesempatan kali ini penulis ingin membahas mengenai apa yang harus kita lakukan agar budaya jam karet tersebut tidak melekat pada diri kita, apa yang harus kita lakukan agar kita bisa tepat waktu terhadap apa yang kita lakukan. Hal ini penting menurut penulis, karena waktu merupakan suatu asset yang sangat berharga, karena sebegitu berharganya bahkan muncul istilah “waktu adalah uang”. Dua jam yang dilakukan untuk menunggu sebenarnya bisa digunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat dan menghasilkan sesuatu.

Pertanyaan yang pertama kali harus dijawab adalah, apa yang menyebabkan seseorang terlambat dalam melakukan sesuatu? Ketika kita bertanya pada seseorang mengenai hal ini, tentu jawabannya akan bervariatif, apakah itu disebabkan karena macet, terjebak hujan, bangun kesiangan, dan lain sebagainya. Tapi, menurut penulis alasan-alasan itu bukanlah alasan yang utama. Alasan yang utama menurut penulis adalah menunda-nunda, atau yang dalam bahasa yang sedikit lebih ilmiah disebut dengan prokrastinasi.

Tentu keterlambatan terkadang tidak muncul dari kita, tapi bisa saja dari orang yang berjanji dengan kita, anak, pasangan, bos kita, rekan kerja kita dan berbagai hal lainnya. Tetapi walau demikian, jika kita ingin orang lain menghargai kita dan tidak terlambat bertemu dengan kita, maka kita pun jangan terlambat, dan jika kita ingin memberitahu orang lain agar mereka tidak terlambat, akan lebih baik jika kita sendiri sudah melakukan hal tersebut. Ingat waktu adalah aset yang sangat berharga bagi semua orang.

Bayangkan seandainya kita tidak menunda-nunda kegiatan yang harus dilakukan, kita tidak akan terlambat karena macet jika kita pergi lebih pagi, kita tidak akan terjebak hujan jika kita pergi saat hari masih cerah, dan kita tidak terlambat bangun jika kita tidak berkata pada diri kita “lima menit lagi” begitu alarm membangunkan kita. Sebetulnya banyak hal yang bisa kita selesaikan jika kita berhenti menunda-nunda apa yang harus kita kerjakan, banyak hal yang bisa kita capai jika kita tidak menunda untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

Susan Krauss Whitebourne dalam artikelnya 3 simple ways to keep procastrination from making you late, menuliskan bahwa seseorang terlambat adalah karena mereka gagal dalam perencanaan waktu, seseorang terlambat bisa saja karena dia pernah mengalami terlalu awal datang sehingga di kemudian hari dia pergi lebih lambat dan akhirnya menjadi terlambat, atau karena mereka memang menunda sesuatu sehingga pada akhirnya mereka terlambat

Susan menyarankan 3 hal berdasarkan penelitian dari Universitas Washington, agar seseorang bisa terhindar dari perencanaan yang buruk terhadap waktu. 3 saran itu adalah :

1. Selalu mengecek jam, jangan terlalu percaya diri kita bisa mengatur jadwal kita dan melakukan segala macam tanpa melihat jam, menganggap kita bisa tepat waktu tanpa memperhatikan jam berapa pada saat itu. Jika kita ingin tepat waktu ketika jadwal kita padat karena ada janji, harus masuk kelas, atau bahkan bertemu dengan klien, bos, dan berbagai hal lainnya . Tempatkan jam pada posisi yang mudah dilihat, jika kita tidak memiliki jam tangan pada saat ini, mungkin jam tangan bisa menjadi pertimbangan investasi agar kita bisa tepat waktu dan tidak terlambat dikemudian hari. 

Ketika kita sedang bersama orang lain, mungking sering melihat jam bisa dianggap sebagai sesuatu yang tidak sopan oleh orang yang sedang kita hadapi. Tetapi, terlambat jauh lebih tidak sopan dibandingkan dengan sering melihat jam. Ingat, setengah jam saja kita terlambat dengan janji kita dengan orang lain kita sebenarnya sedang menyia-nyiakan waktu mereka, banyak hal yang bisa mereka lakukan dan banyak hal yang bisa mereka selesaikan dalam kurun waktu tersebut. Kita juga bisa mengkomunikasikan waktu kita dengan orang yang sedang kita temui untuk menghindari kita dianggap tidak sopan.

Baca juga :
Tips-Tips untuk Komunikasi yang Lebih Baik

2. Rencanakan strategi agar bisa menyelesaikan suatu tugas tepat waktu, kita tidak boleh terlambat dalam menyelesaikan sesuatu tapi terkadang kita juga tidak mau terlalu awal dalam melaksanakan suatu hal. Maksudnya adalah jika kita janji bertemu dengan seseorang jam 10 kita tentu tidak mau datang jam 9, terutama ketika kita memiliki pekerjaan lain dirumah. Kita harus bisa merencanakan pekerjaan kita selesai “tepat pada waktu”, dan memiliki rencana cadangan ketika pekerjaan yang kita lakukan ternyata memakan waktu lebih dari biasanya. 

Jika kita butuh 15 menit untuk mandi sebelum berangkat ke tempat dimana kita janjian dengan orang lain, dan ternyata tidak ada air untuk mandi lalu butuh 10 menit hanya untuk menyiapkan air saja. Maka kita harus mengganti rencana awal kita dari mandi menjadi mungkin cukup dengan cuci muka dan menggosok gigi saja dan merapikan rambut kita, sehingga kita tidak terlambat untuk bertemu di tempat janjian kita.

3. Jangan menjadi korban “kita bisa lakukan satu hal lagi” atau “sebentar lagi” padahal kita tahu bahwa kita harus segera pergi, ini hal yang sering terjadi pada kita. Terkadang kita tahu bahwa kita harus berangkat jam 10 dan jika kita pergi lebih dari itu makan bisa dipastikan kita terlambat, dan hal itu tentu akan merusak berbagai rencana kita. Ketika kita merencanakan sesuatu, maka kita harus berusaha untuk setia terhadap rencana tersebut, jika kita merencanakan mandi jam 9, sarapan setengah jam kemudian, dan pergi jam 10, maka kita harus berusaha untuk melakukan hal tersebut tepat pada waktunya. Jangan menunda dengan “sebentar lagi, selesaikan baca satu berita dulu” atau “nanti saja, setelah selesai minum kopi” dan sebagainya.

Secara umum, orang akan mengatakan tentu akan lebih baik diawal daripada terlambat. Tetapi walaupun demikian akan lebih baik lagi jika kita bisa berusaha untuk tepat waktu, tidak terlalu awal dan tidak terlambat, hal ini berlaku terutama ketika kita memiliki banyak kegiatan dan banyak pekerjaan. Sehingga dengan menyelesaikan pekerjaan kita tepat waktu berusaha sesuai dengan rencana, kita akan bisa menyelesaikan pekerjaan kita satu demi satu.

2 comments:

Silahkan tinggalkan jejak dengan berkomentar

"Mohon untuk tidak memberikan komentar yang berbau SARA,pornografi atau pesan negatif lainnya, karena akan kami hapus dari postingan ini"